BRAGA MGNDW merupakan band indie asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, yang terbentuk pada tahun 2015 dari pertemanan masa kecil para personelnya: Yedi Mamonto, Vicky Mokoagow, Vicro Lamusu, Christianto Bangol, dan Rian Mamonto. Nama mereka berakar dari “Beranda Rumah Mangga”, tempat awal berkumpul yang kemudian disederhanakan menjadi BRAGA MGNDW sebagai penegasan identitas Mongondow sebagai identitas mereka berasal.
Pada 2019, mereka merilis mini album Samudra Ingatan yang sarat isu sosial dan personal dan lagu yang menjadi paling tersorot adalah Adil Sejak dalam Pikiran yang terinspirasi dari salah satu tokoh Sastrawan yaitu Pramoedya Ananta Toer.
Tidak hanya sampai di situ saja, perjalanan musikal mereka mencapai titik penting melalui album penuh berjudul Kembara Jiwa (2024), yang menghadirkan sebuah refleksi tentang identitas, spiritualitas, perjalanan hidup, hingga dinamika usia muda Manusia. Melalui lirik-lirik yang puitis dan penuh metafora, BRAGA MGNDW membangun narasi tentang kehilangan, pencarian makna, harapan, serta hubungan manusia dengan diri dan lingkungannya. berikut lirik-lirik yang termuat di dalam Album Kembara Jiwa milik mereka:
Senandung Pembuka Jalan
Bait-1
(1) berkembaralah
temui kehidupan,
(2) senandungkan kisah, mantra dan
doa-doa
(3) gelap dan terang, 'kan kita lalui,
(4) angin dan rasi bintang 'kan tunjukkan
jalan
Bait-2
(5) dan
kelahiran tumbuhkan harapan,
(6) setiap pengharapan akar kehidupan
(7) berkembaralah nyanyian kebaikan,
(8) agar tenang jiwa, sembuh luka manusia
Bait-3
(9) s'gala
niat baik akan mekar dan mewangi
(10) di segala musim di sepanjang waktu
Bait-4
(11) aral
melintang takkan hentikan
(12) kembara jiwa akan sembuhkan luka
(13) badai menerjang takkan redupkan
(14) jiwa yang terang adalah matahari
Jalan Hidup
Bait-1
(1) Matahari pagi menyapa, bunga mekar di halaman rumah
(2) langkah kaki siap mengembara, utang karya banyak yang tertunda
Bait-2
(3) di gubuk tua tergurat ragam kisah, duka, tawa, susah-senang bersama
(4) persahabatan merekahkan asa, kuatkan diri 'tuk terus berlari
Bait-3
(5) jalan hidup yang berliku-liku, garis tangan oh siapa yang tahu?
(6) tapi kata Ibu jangan sering mengeluh, bekerja saja jangan banyak bicara
Bait-4
(7) gunung tinggi menjulang kita daki bersama
(8) dalamnya lautan biru kita selami bersama
(9) buang gundah gulana bernyanyi bersama
(10) rayakan hidup walaupun tak seindah surga
Bait-5
(11) panggung sementara, karya selamanya
(12) jaya sementara, sahabat yang utama
(13) jangan lupa juga, doa orang tua
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Nasib & Takdir
Bait-1
(1) saat hari mulai menepi kutemui diri dalam sunyi
(2) lalu lalang mimpi dan kenangan
(3) jalan pikiran riuh tak bertuan
Bait-2
(4) jalan hidup yang terlewati mengitari semu dalam diri
(5) malam beku, rindu bertalu
(6) nyalakan mimpi yang nyaris mati
Bait-3
(7) deru hari yang kuhadapi, angan dan ingin yang tak terbeli
(8) nasib dan takdir melucuti diri, di sisa waktu, ragaku bertaruh
Bait-4
(9) kulihat semua menjauh dari genggaman tanganku
(10) takkan sudi kudapati hidup yang s'perti mati
(11) kulihat satu persatu angan-ingin-ku berlabuh
(12) menyuluh mimpi yang bisu
(13) hidup di kedua tanganku
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Kembar Jiwa
Bait-1
(1) Dalam semua sempat yang pernah kita lalui
(2) bunga-bunga mekar, tumbuh dan meliar
(3) dalam sempit waktu yang lapang kita diami
(4) hati yang meluas, tak menyentuh batas
Bait-2
(5) dalam ratus hari yang pernah kita salami
(6) basahi jiwaku, membasuh lukamu
(7) dalam malam malam kelam yang kita datangi
(8) terangi jalanku, temukan jiwaku
Bait-3
(9) jalan panjang sunyi ini, sewindu hati mencari
(10) terang hati kutemui kembar jiwa yang ku nanti
(11) sinar bulan di matamu, bergemuruh di dadaku
(12) tenang hati mendekapmu, luruh lara di hidupku
Bait-4
(13) berterimakasihlah pada semua
(14) yang memberimu hidup dan kebaikan
(15) berterimakasihlah pada semua
(16) yang memberimu sunyi dan ketenangan
(17) berterimakasihlah pada semua
(18) yang menerima pulangmu dalam kehampaan
(19) bertererimakasihlah pada semua
(20) yang memberimu kasih dan setia yang tak lekang
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Sedih Akan Pergi
Bait-1
(1) di dalam gempita dunia dan isinya
(2) tertulis cerita dalam ragam kisah
Bait-2
(3) kerlap-kerlip cahaya terangi malam gulita
(4) sibak luka dan duka diri yang nelangsa
Bait-3
(5) banyak pohon patah dan tumbuh
(6) beribu mimpi bangun dan runtuh
(7) mengutuki gelap tak terangi dunia
(8) nyalakan api di jiwa
Bait-4
(9) dalam setiap bimbang tumbuh keyakinan
(10) bentangkan harapan seluas lautan
Bait-5
(11) derita kan jadi cerita
(12) duka lara 'kan beri makna
(13) hidup takkan s'lalu memberimu tawa
(14) lapangkan ruang di dada
Bait-6
(15) sedih akan pergi bahagia 'kan tiba
(16) badai akan usai hari akan cerah
(17) cahaya terangi doa dan harapan
(18) pelangi warnai ruang semua mimpi
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Kelana
Bait-1
(1) kelana membawa kita di hamparan padang lepas
(2) merekah, tumbuh menjulang benih mimpi yang ditanam
(3) jejak-jejak terus beranjak menempuh zaman berliku
(4) tanpa tahu kemana arah ujung cerita membawa
Bait-2
(5) bila jalanmu kian terjal, beri jeda jiwa yang lelah
(6) tetap tabah dan berupaya, percayalah tak ada yang sia-sia
Bait-3
(7) keluh-kesah, lelah dan marah, tak redupkan bara asa
(8) terik panas dan basah hujan jadi saksi perjalanan
(9) satu persatu kawan berpaling menempuh jalan sendiri
(10) tapi pedati terus berlari menembus kelam jalanan
Bait-4
(11) malam pun lingsir pagi membuih
(12) terang mimpi nyalakan hari
(13) sisa tawa dan cerita, jadi bekal pelipur lara
(14) jejak-jejak terus beranjak
(15) menapaki jalan hidup
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Subuh
Bait-1
(1) dalam remang subuh, raga termangu
(2) hatiku tumbuh segunung rindu
(3) dingin merasuki suwung batinku
Bait-2
(4) tualang jauh membawaku
(5) menyusuri sungai tak berhulu
(6) kabut menebal mengelam jalanku
(7) sinar sang bulan terangi pulangku
Bait-3
(8) senyap waktu berlalu
(9) batu luruh jadi abu
(10) tangan ibu membasuh
(11) redam badai di jiwaku
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
Pulang yang Paling
Pulang
Bait-1
(1) dalam deru dan ragu, di belantara waktu
(2) dalam rimba hidupmu, rindu 'kan menuntunmu
Bait-2
(3) menepilah sejenak, langkah yang penuh luka
(4) biarkanlah semesta, berlaku semestinya
Bait-3
(5) oh Puan, telah jauh kau pergi
(6) ingat janjimu kembali
(7) oh Tuan, jangan betah di sana
(8) dengarlah bisikan hati
Bait-4
(9) semua kembara dan perjalanan
(10) mencari arti pulang yang paling pulang
(11) kini kau tahu, rumah dan rindu
(12) adalah senyum Ibumu yang menunggu
ditulis oleh: Triwardana Mokoagow
Rayakan
Bait Ke-1
(1) rayakan, rayakan kehidupan
(2) rayakan, rayakan dengan riang
(3) berdendang, rayakan pencapaian
(4) sekecil apa pun itu teman
Bait Ke-2
(5) lepas semua yang membelenggu (tubuh dan pikiranmu)
(6) beri jeda pada langkahmu (biar reda lelahmu)
(7) hari baik t'lah menunggumu (hidup 'kan menuntunmu)
(8) membawamu jauh ke hulu (rumah semua)
Bait Ke-3
(9) mimpi yang kau tuju 'kan setia mengunggu
(10) teruslah bertumbuh, ranum dan tersenyum
Bait Ke-4
(11) rayakan, rayakan kehidupan
(12) rayakan, rayakan dengan senang
(13) bersulang, rayakan perjalanan
(14) sejauh apapun itu teman
ditulis oleh: Vicky Mokoagow
